Bukan hanya membanggakan nasab dari Nabi Muhammad Saw, yang lazim disebut Habib, tetapi juga bangga karena keturunan ulama atau Kiai, pejabat, orang kaya, dan seterusnya, tidaklah baik dan bijak, meskipun secara manusiawi betapa wajar. Begitu seterusnya orang kebanyakan juga cenderung bangga dengan jabatan dan kedudukan, bisa dilihat dari gaya duduk, bicara, makan, dan lain sebagainya. […]









