Guna meningkatkan khazanah keislaman, kampus Universitas KH. Abdul Chalim (UAC) menggelar seminar internasional pada hari minggu kemarin, (29/06/2024). Panitia mengusung tema yang bertajuk “Akhlaq Nabi Muhammad SAW Dalam Berinteraksi Dengan Para Pemuda”. Acara ini berlangsung di gedung Pasca Sarjana lantai 3.
Narasumber dalam seminar tersebut dihadiri ulama yang kompeten dalam bidang ilmu sejarah nabi Muhammad SAW, beliau adalah Syaikh ‘Ala Muhammad Musthofa Naimah, salah satu ulama muda berkebangsaan Mesir. Beliau mengenyam pendidikan formal dan non formal di al-Azhar Kairo.
Peserta yang hadir memenuhi auditorium Pasca Sarjana, “Seminar internasional ini dihadiri lebih dari 300 peserta.” Ungkap Maulana Nur Kholis, selaku koordinator acara seminar internasional.

Sebagai moderator seminar, Dr. Muntaha Efendi, MA. membuka acara seminar. Selanjutnya waktu seluas-luasnya diberikan kepada Syaikh ‘Ala Muhammad Musthofa Naimah untuk menjelaskan isi tema utama seminar. Pertama-tama, beliau membuka jalannya seminar dengan sebuah pertanyaan, “Bagaimana seorang muslim mendapatkan iman yang sempurna?”

Beliau mengatakan seorang mukmin yang sempurna dapat ditandai melalui akhlak yang baik. Beliau mengutip sebuah hadist “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya”.
Baca Juga: UAC Adakan Seminar Kritik Hadist
Selanjutnya, Syaikh ‘Ala Muhammad Musthofa Naimah melontarkan pertanyaan kepada peserta seminar, kenapa Allah SWT memerintah kita untuk sholat, zakat, puasa dan haji?
Tujuan dari sholat agar supaya orang-orang mukmin dapat terhindar dari perbuatan keji dan kemungkaran. Sedangkan zakat bertujuan untuk mensucikan jiwa atau hati manusia. Adapun orientasi puasa agar seorang mukmin mendapat tambahan ketakwaan kepada Allah. Begitu juga dengan haji memiliki tujuan yang sangat mulia yaitu agar seorang mukmin dapat menghindari perselisihan dan permusuhan antar sesama manusia.
“Semua tujuan yang dalam ibadah tersebut, merupakan pendidikan akhlak. Kalau sudah kita tau, bagaimana caranya kita dapat mempraktekan akhlak yang sudah dipelajari.”, tutur Syaikh ‘Ala Muhammad Musthofa Naimah.
Contoh akhlak yang sempurna bisa kita saksikan dalam perjalanan hidup nabi Muhammad SAW. “Beliau berinteraksi dengan akhlak yang mulia kepada istri-istirnya, putra-putrinya, sahabat-sahabatnya bahkan nabi Muhammad memperlakukan musuhnya dengan akhlak yang baik”, ungkap Syaikh ‘Ala Muhammad Musthofa Naimah kepada peserta seminar.
Syaikh ‘Ala Muhammad Musthofa Naimah bercerita, suatu ketika setelah nabi Muhammad pulang dari perang Uhud, para sahabat meminta kepada nabi Muhammad SAW, “wahai Rasullah doakan mereka (Kafir) agar mereka binasa”. Rasullah tidak menerima permintaan para sahabat. Nabi mengatakan, “Sesungguhnya aku tidak diutus untuk melaknat, tetapi aku diutus hanyalah dengan membawa rahmat (kasih sayang)”.
Diakhir seminar, Syaikh ‘Ala Muhammad Musthofa Naimah menutup acara ilmiah ini dengan nasehat agar kita semua menerapkan akhlak yang mulia kepada siapapun.



