Perbedaan Malam Lailatul Qodar Antara NU Dan MUHAMMADIYAH

Lailatul qodar adalah malam yang di nanti oleh setiap muslim. Di mana pada malam itu ibadah satu malam saja lebih baik dari pada ibadah nya Nabi Sam’un (Nabi Samson) yaitu berpuasa, qiamul Lail dan berjihad di jalan Allah selama 1000 bulan.

Umat Islam berlomba lomba mencarinya selama bulan ramadhan terutama 10 hari terakhir bulan romadhon pada hari yang ganjil menurut hadist dari Rasulullah Saw.

Akan tetapi dengan munculnya perbedaan pada penetapan awal bulan romadhon jadi berbeda waktu terjadinya malam Lailatul qodar itu.

Menurut kaidah Imam Al-Ghazali untuk menentukan malam Laialtul Qadar sebagaimaan terdapat dalam I’anatut Thalibin juz 2.

قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر فإن كان أوله يوم الأحد أو يوم الأربعاء فهي ليلة تسع وعشرين أو يوم الاثنين فهي ليلة إحدى وعشرين أو يوم الثلاثاء أو الجمعة فهي ليلة سبع وعشرين أو الخميس فهي ليلة خمس وعشرين أو يوم السبت فهي ليلة ثلاث وعشرين قال الشيخ أبو الحسن ومنذ بلغت سن الرجال ما فاتتني ليلة القدر بهذه القاعدة المذكورة

Jika awalnya jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29.

Jika awalnya jatuh pada hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21.

Jika awalnya jatuh pada hari Selasa atau Jum’at maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27

Jika awalnya jatuh pada hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25.

Jika awalnya jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23

Begitu pula Syekh Abul Hasan As-Syadzili yang berkata, “Semenjak saya menginjak usia dewasa Lailatul Qadar tidak pernah meleset dari jadwal atau kaidah tersebut.

Terjadinya penetapan awal romadhon menjadi rumit. Karena berdampak pada “munculnya malam Lailatul qodar”.

Jikalau muhamadiyah awal romadhonnya adalah hari Senin maka prediksi Lailatul qodarnya menurut imam Ghozali dan abu Hasan As Syadzali adalah malam tanggal 21 romadhon.

Sedangkan menurut pemerintah dan Nahdhatul Ulama yang menetapkan awal romadhonnya hari Selasa tanggal 12 Maret, malam Lailatul qodarnya menurut imam Ghozali dan Abu Hasan As Syadzali jatuh pada malam ke 27 romadhon.

Tapi apapun itu tidak mengurangi nilai ibadah bagi yang betul betul mencarinya karena itu hanya prediksi dari imam Ghozali dan Abu Hasan As Syadzali.

Yang terpenting kita beribadah salama bulan romadhon dan mencari malam Lailatul qodar di 10 hari terakhir yang ganjil dibulan romadhon

Sedangkan amalan amalan pada Malam Lailatul Qadar dikerjakan oleh umat Nabi SAW Sebagaimana Nabi Muhammad SAW, sahabat, tabi’ien dan ulama, mengerjakan amalan di hari terkahir bulan Ramadhan adalah :

  1. Rajin beribadah dan beramal baik, sebagaimana dalam hadits Nabi SAW.

انَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم، يَجْتَهِدُ في رَمَضَان مَا لَا يَجْتَهِدُ في غَيْرِه، وَفي العَشْرِ الأُوَاخِرِ مِنْهُ مَا لا يَجْتَهِدُ في غَيْرِه (رواه مسلم)

Artinya: Rasulullah SAW sangat giat beribadah di bulan Ramadhan melebihi ibadahnya di bulan yang lain, dan pada sepuluh malam terakhirnya beliau lebih giat lagi melebihi hari lainnya.

  1. I’tikaf

عن ابن عمر رضي الله عنه، كان رسول الله صلى الله عليه وسلم، يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخِر مِنْ رَمَضَان. (متفق غليه)

Artinya: Dari Ibn Umar ra, Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

  1. Banyak bersedekah

كَانَ رسول الله صلى الله عليه وسلم، أَجوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجودُ مَايَكُونُ فِي رَمَضَان حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْل. (متفق عليه)

Artinya: Rasulullah SAW adalah orang yang sangat dermawan kepada siapapun, dan pada bulan Ramadhan beliau lebih dermawan lagi saat Jibril menemui beliau.

  1. Banyak berdoa

قَالَت يَا رسول الله أَرَأَيْتُ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيَلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُوْلُ فِيْهَا قَالَ، قُولِي اللهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ (رواه الترمذي)

Artinya: Aisyah ra berkata, “Wahai Rasulullah, seandainya aku bertepatan dengan malam Lailatul Qadar, doa apa yang aku katakan?” Beliau berkata, “Katakan: Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai maaf, maka maafkan aku.

Semoga kita semua berhasil menemui Lailatul qodar itu dan di berikan Rahmat, ampunan dan dibebaskan dari api neraka dan menjadi pribadi yang “bertaqwa” serta menjadi pribadi yang welas asih pada sesama manusia dan alam semesta. Amiien…

Tags :

Dul Hamdi

Artikel Pilihan

Artikel Terbaru

Darasna Network adalah media yang menyajikan konten Islami yang moderat dan dapat dipercaya.

Ikuti terus konten-kontennya di media sosial kami.

© 2026 Darasna Network