Apa Benar Amazigh Suku Asli Maroko?

Maroko kerab terdengar ditelinga dengan julukan negara matahari terbenam. Negara ini menyimpan berbagai macam warisan budaya nan unik serta peninggalan bangunan bernuansa corak arsitektur kuno turut menghiasinya. Keunikan warisan budaya ini bermula dari sentuhan berbagai suku penjuru negeri. Faktanya, sejarah menunjukan bahwa negara Maroko merupakan salah satu negara yang pernah diduduki oleh kelompok etnis/suku yang sebagian besarnya datang dari wilayah Afrika Utara.

Suku itu diberi julukan suku Amazigh atau seringkali dikenal dengan nama suku Berber. Nama Amazigh sendiri diambil dari kata “amazighen” yang berarti orang-orang merdeka, makna ini sebagai simbol yang melambangkan suatu keagungan. Sejarah adanya suku Amazigh menyimpan alur cerita yang menarik untuk dikisahkan, mulai dari awal mula masuknya di tanah Maghribi ini sampai budayanya yang kaya dengan jangkauan warisan yang mempengaruhi Maroko secara keseluruhan hingga saat ini. Suku Amazigh telah tinggal ribuan tahun yang lalu, jauh sebelum kedatangan bangsa Arab yang kemudian disusul oleh bangsa Eropa untuk menduduki tanah maghribi ini.

Pada mulanya, suku Berber merupakan gabungan dari suku-suku yang berasal dari Afrika utara. Suku ini merupakan suku dengan kategori nomaden yang selalu berpindah-pindah dari satu negara ke negara lainnya. Maka tak heran, jika suku Berber tersebar dari Samudra Atlantik hingga oasis siwa, di Mesir dan dari Laut Mediterania hingga Sungai Niger. Dalam catatan sejarah mengungkap bahwa suku ini sempat menjadi suku yang berpengaruh besar terhadap peradaban Islam. Kala itu, suku-suku ini membentuk dinasti-dinasti kecil pada saat tinggal di Maroko, sampai pada akhirnya ketika abad ke-10 M, bangsa Maroko mengalami perpecahan dan terjadi kekacauan politik. Namun, masalah tersebut dapat teratasi ketika orang-orang Berber mengambil alih kekuasaan dan mendirikan dinasti Almoravids pada abad ke-11 M.

Dibalik cerita sejarahnya yang heroik, mereka juga memiliki budaya-budaya yang tak kalah menarik untuk disimak. Antara lain, bahasa yang mereka gunakan sehari-hari ialah tersusun dari alpabet yang mereka buat sendiri, dan susunan alpabet itu disebut dengan nama lain Tifinagh. Menurut ahli pakar, bahasa yang mereka gunakan merupakan bahasa tertua di dunia. Selain daripada bahasa mereka yang unik, salah satu aspek menonjol dari suku ini ialah seni dan arsitekturnya.Tradisi merekapun beragam seperti membuat kerajinan dengan menggunakan teknik kuno yang diturunkan dari generasi ke genarasi serta karya-karyanya yang khas. Dan uniknya, setiap dari karya yang dihasilkan, langsung mereka jadikan bentuk pada simbol, pola, dan karakter tertentu. Kerajinan-kerajinan itu pada umumnya berupa perhiasan, logam, juga kulit yang disamak untuk dijadikan tas, pakaian, dan lain sebagainya.

Tidak sampai itu saja, suku Amazigh memiliki ciri khas yang istimewa dari gaya hidup mereka. Suku ini menjadikan perhiasan sebagai identitas etnik pada kehidupannya. Mereka meyakini bahwa perhiasan memiliki fungsi-fungsi yang berpengaruh dalam kehidupan mereka. Menurut pengakuan mereka, diantara fungsi perhiasan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka serta melindungi terhadap perkara buruk yang menyebabkan malapetaka.

Perempuan-perempuan di suku ini berperan penting dalam melestarikan budayanya dengan membuat dan memakai berbagai macam perhiasan. Hal tersebut disebabkan karena suku Berber sangat menjunjung tinggi simbol-simbol kesukuan dan identitas etnik bagi suku mereka sendiri.

Maka jika sekarang kalian berjumpa dengan orang atau bahkan kelompok-kelompok yang berpakaian dengan gaya yang seperti itu di Maroko, tidak diragukan lagi, mereka dari kalangan suku Amazigh atau Berber disini.

Tags :

Ruhkil Maghfiro

Artikel Pilihan

Artikel Terbaru

Darasna Network adalah media yang menyajikan konten Islami yang moderat dan dapat dipercaya.

Ikuti terus konten-kontennya di media sosial kami.

© 2026 Darasna Network