Tadarus Al-Qur’an dan Perempuan di Bulan Ramadan

Salah satu tradisi islami di bulan Ramadan, yang sangat khas adalah tadarus Al-Qur’an. Setiap Ramadan tadarus Al-Qur’an ramai dilaksanakan di setiap masjid dan musala. Dari arah Timur, Barat, Utara maupun Selatan suara-suara orang bertadarus Al-Qur’an saling bersahutan. Ada yang mampu mengkhatamkan sekali, dua, bahkan tiga kali khataman. Lazimnya dilaksanakan setelah shalat tarawih, tetapi ada juga yang melengkapinya setelah shalat shubuh. Mulai dari anak-anak, remaja, sampai ibu-ibu. Entah kenapa Bapak-bapak malah jarang, bahkan tidak ada sama sekali.

Bertadarus Al-Qur’an, apalagi di bulan Ramadan memang mendapatkan tempat khusus di mata umat Muslim, sesuai dengan salah satu hadis Nabi Saw.,

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. Al-Baihaqi)

Walau sekadar membaca, tadarus Al-Qur’an diyakini akan mendapatkan keutamaan. Terlebih bisa merenungkan makna dan melaksanakan tuntunan baiknya. Oleh karena itu, tidak bijak kiranya apabila ada seorang Muslim yang meremehkan kegiatan tadarus Al-Qur’an. Bahkan saking cintanya dengan Al-Qur’an, tidak jarang ada di antara mereka yang hanya duduk bersama mendengarkan, lantaran mereka belum bisa membaca Al-Qur’an hingga di usianya yang lanjut. Senang rasanya melihat kebersamaan para pegiat tadarus Al-Qur’an di masjid maupun musala.

Tradisi tadarus Al-Qur’an di kampung saya sendiri misalnya, kami duduk melingkar, kegiatan dimulai dengan membaca tawasul, lalu secara bergantian membaca Al-Qur’an, sambil satu sama lain memperhatikan. Yang uniknya lagi biasanya, dalam bertadarus Al-Qur’an akan ada sedekah jamuan untuk yang bertadarus Al-Qur’an. Masing-masing orang punya kepedulian untuk memberikan sedekah jamuan untuk para pegiat tadarus Al-Qur’an. Sebetulnya bukan terletak pada jamuannya, tetapi pada kebersamaan dan kepedulian untuk terus mensyiarkan Al-Qur’an.

Yang uniknya lagi kebanyakan pegiat tadarus itu justru ibu-ibu. Sosok yang dimuliakan Allah yang jasanya begitu besar buat kita. Padahal mestinya, Al-Qur’an bukan hanya magnet bagi ibu-ibu, tetapi juga bapak-bapak. Terutama bapak-bapak yang ada di rumah. Makanya penting sekali agar masing-masing kita terus mempersiapkan regenerasi agar ke depan kita tidak kehilangan harapan dan masa depan. Agar para pemuda dan pemudi bangga bertadarus Al-Qur’an. Mau semodern apa pun zaman, Al-Qur’an harus tetap jadi pedoman.

Tidak heran jika Allah menempatkan kedudukan perempuan setara dengan laki-laki. Perempuan, sebagaimana laki-laki mempunyai kesempatan yang sama untuk mengeksplor diri agar satu sama lain bisa berlomba dalam kebaikan. Dalam QS. At-Taubah ayat 71 dijelaskan:

وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيْعُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاُولٰۤىِٕكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰهُ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”

Mari bersama kita manfaatkan Ramadan untuk terus produktif beribadah dan beramal shaleh. Bayangkan, lagi-lagi seorang ibu di bulan Ramadan betapa sangat produktif. Bangun lebih dulu, qiyamul lail, memasak, membangunkan anggota keluarganya untuk santap sahur, dan masih banyak lagi, tak terkecuali masih sempat-sempatnya ikut bertadarus Al-Qur’an. Bahkan kini semakin banyak para perempuan yang hebat berkiprah, apakah ia menjadi akademisi Profesor, pilot, polisi, pengusaha sampai Presiden.

Wallahu a’lam

Tags :

Mamang M Haerudin (Aa)

Pimpinan Al-Insaaniyyah Center & Pengurus Lazisnu PCNU Kabupaten Cirebon

Artikel Pilihan

Artikel Terbaru

Darasna Network adalah media yang menyajikan konten Islami yang moderat dan dapat dipercaya.

Ikuti terus konten-kontennya di media sosial kami.

© 2026 Darasna Network