Pertanyaan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh, saya faiz izin bertanya ketika kita kagum atau suka terhadap lawan jenis alangkah lebih baiknya kita memberi tau terhadap lawan jenis tersebut atau tidak? Karena saya tidak mau mengotori lawan jenis tersebut dengan perkataan dan perilaku saya yang mengarah ke dosa. Dan langkah yang harus saya lakukan apa agar hati ini tidak gundah gulana dan tetap selamat dijalan yang di ridhoi Allah.
Jawaban
Islam mengajarkan nilai nilai moral seperti ‘iffah/ menjaga kehormatan diri dan berlaku sabar. Bentuk perwujudan penerapan dua nilai tersebut adalah menyembunyikan perasaan terhadap lawan jenis.
Ada satu kutipan, sebagian ulama menyebutnya hadith dha’if dan pihak lain menganggapnya sebagai hadis maudhu’ (palsu), berbunyi:
من عشق وكتم وعف فمات فهو شهيد
“Barang siapa yang jatuh cinta / merindukan lantas dia menahannya sampai ia mati, maka dia mati syahid”
Dalam riwayat lain menyebutkan:
من عشق وكتم وعف وصبر غفر الله له وادخله الجنة
“Barang siapa yang jatuh cinta, kemudian ia merahasiakannya, menjaga dirinya dari kemaksiatan serta bersabar, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan menjadikannya ahli surga.”
Kutipan di atas menegaskan bahwa jika seseorang mempunyai perasaan kepada lawan jenis dan menyembunyikannya serta menjaga dirinya dari melakukan hal-hal yang dilarang agama, dan menjalaninya dengan kesabaran, maka akan mendapatkan sorga atau predikat syahid.
Jika menganggap kutipan tersebut bukan hadis, sesungguhnya makna hadis tersebut sesuai dengan kandungan hadis sahih riwayat al-Bukhari yang berbunyi:
من يضمن لي بين لحييه وما بين رجليه أضمن له الجنة
“Barangsiapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, maka kuberikan kepadanya jaminan masuk surga.”
Hadis tersebut memberikan pemahaman, barang siapa yang bisa menjaga lidah atau mulutnya dan menjaga kemaluannya dari perkara haram maka Allah Swt akan menjamin sorga untuknya.
Cara menjaga kehormatan
Imam Al Munawi menjelaskan, salah satu bentuk ‘iffah/menjaga kehormatan adalah dengan cara menghindarkan diri dari fitnah yang timbul sebab mengungkapkan perasaan. Ibnu Taimiyyah mengungkapkan bahwa menyatakan perasaan pada lawan jenis bisa menjadi pemicu bagi munculnya maksiat yang lain.
Meskipun tentu saja ada bentuk perasaan cinta yang diperbolehkan oleh agama sebagaimana dijelaskan oleh Ibn al Qayyim. Yang terbaik adalah menyatakan perasaan kepada lawan jenis dalam wujud mempersuntingnya untuk dinikahi sebagai pasangan yang halal. Jika tidak dalam konteks ini, maka menyembunyikannya adalah jalan terbaik.
Wallahu a’lam
Apabila pembaca memiliki pertanyaan berkaitan dengan kajian keislaman, anda dapat menghubungi kontak kami atau mengunjungi media sosial kami.



