Kenapa Allah Memberikan Nama Risalah nabi Muhammad dengan Agama Islam?

Identitas risalah yang dibawa nabi Muhammad SAW. bernama agama Islam. Pemberian nama “Islam” berdasarkan tujuan utama dari agama ini, yaitu kepasrahan pada Allah SWT. (Din taslim wa istislam lillahi rabbil ‘alamin) sebagai tuhan di alam semesta ini. Islam merupakan sebuah agama yang mengajak untuk tunduk dan pasrah pada Allah semata dan meninggalkan segala bentuk penyembahan selain dirinya, seperti tuhan, berhala bahkan hawa nafsu. Sebagaimana firman Allah SWT. yang menyindir manusia karena memberhalakan hawa nafsu:

 [ الفرقان: 43] أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا

“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? [Furqan: 43]”

Islam juga sebagai agama disisi Allah yang diridhai-Nya. Hal ini dapat kita baca pada firman Allah SWT yang berbunyi:

   الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا [ المائدة: 3]

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”

 Dalam ayat yang lain Allah SWT. juga berfirman:

  مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ [ الحج: 78]

 “(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia”

Allah SWT. memberikan nama “Islam” sebagai risalah kepada nabi Muhammad SAW. menjadi pemungkas kenabian untuk umat manusia dari nabi-nabi sebelumnya. Beda halnya dengan Yahudi, penamaan agama ini diberikan oleh pengikutnya sendiri berdasarkan doa yang dipanjatkan nabi Musa AS. pada Allah SWT. untuk kaumnya, dalam firman-Nya disebutkan:

 إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاءُ ۖ وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ [ الأعراف: 156] ﴾

 “sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.”

 Sebagaimana Yahudi, umat Nasrani juga menentukan nama agamanya sendiri, Allah SWT. berfirman:

﴿وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوا بِهِ ﴾ [ المائدة:14]

 “Dan diantara orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani”, ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya”

Dengan begitu, nama agama “Islam” berasal dari Allah SWT. bukan hasil kebudayaan yang dibentuk manusia dimuka bumi ini.

 *Disarikan dari kitab al-Bayan karya Syaikh Ali Jum’ah

 

 

 

Tags :

Redaksi Darasna Network

Tim Redaksi Darasna Network

https://darasna.net

Artikel Pilihan

Artikel Terbaru

Darasna Network adalah media yang menyajikan konten Islami yang moderat dan dapat dipercaya.

Ikuti terus konten-kontennya di media sosial kami.

© 2026 Darasna Network