Para masayikh (guru-guru) kita mengajarkan, bahwa menjadi seorang Alim dalam agama lebih agung dari semua gelar. Dan sesungguhnya gelar tidak menjadi aksesoris (pelengkap) diri seorang Alim. Melainkan dialah yang menjadi aksesoris bagi gelar. Dia tidak terputus ilmunya dan selalu memberi serta mengabdi untuk agama dan umatnya, baik ia bergelar (memiliki pangkat), atau sudah tidak memiliki pangkat atau sudah meninggal.
Para ulama mengabdi untuk agama di tempatnya masing-masing, bisa dikatakan bahwa mereka selalu memberikan peninggalan berupa ilmu dan kebaikan yang bermanfaat bagi umat dan agama Islam hingga hari kiamat.
Para ulama selalu berupaya lebih didalam kesungguhan, serta selalu berkesinambungan dalam mengabdi untuk umat Islam dimanapun, dan menyampaikan misi mulia Islam. Kita akan selalu mengabdi untuk Islam dimanapun kita berada. Dan kita akan senantiasa mengabdi untuk Islam hingga kita pergi meninggalkan dunia.
Tugas terpenting kita adalah keagungan agama ini dan mencegah segala perantara yang memanfaatkan agama dan menghancurkan umat Islam. Semangat kewarganegaraan dan Islam semestinya menjadi tugas penting kita, bukan yang lain. Itulah misi yang telah dibebankan ke pundak kita dan kita tidak akan meninggalkannya kecuali Allah telah memberikan balasan yang terbaik.
(Ahbab Aligomaa)



