Taubat Nabi Adam dan Doanya

Apa yang membedakan kesalahan (ma’siat) nabi Adam dengan Iblis pada Allah SWT? Jamak diketahui, keduanya memang melakukan kesalahan dihadapan Allah SWT., nabi Adam melanggar larangan, sedangkan Iblis menentang sebuah perintah. nabi Adam mengakui kesalahanya karena telah memakan buah yang dilarang Allah SWT. Berbeda dengan Iblis, ia tetap menyombongkan diri atas perintah untuk bersujud pada nabi Adam sebagai bentuk penghormatan. Bahkan Iblis dengan lantang menentang perintah tersebut dengan mengatakan, “apakah aku akan bersujud pada ciptaanmu yang terbuat dari tanah?”.

Kesalahan nabi Adam bukan karena disengaja melainkan kelalaiannya atas larangan Allah SWT. Sedangkan kesalahan Iblis terlihat dari kesombongan atas perintah Allah SWT. Pengakuan nabi Adam atas kesalahannya diterima dan diampuni, sebab Allah SWT. memiliki sifat kasih sayang yang sangat luas pada seluruh makhluk-Nya. Namun sebaliknya, Iblis tidak pernah mengajukan ampunan pada Allah SWT. sehingga murka Allah SWT kepada Iblis berlaku sepanjang masa.     

Akhirnya, nabi Adam memanjatkan doa pada Allah SWT. agar diampuni kesalahannya, seraya berseru:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” [QS Al-A’raaf ayat 23]

Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah ini, andai Allah SWT. tidak mensyariatkan taubat dan tidak memberikan kabar gembira taubat dapat diterima-Nya, niscaya pelaku dosa tidak akan punya kesempatan untuk kembali pada jalan Allah SWT. Bahkan Syaikh Mutawalli al-Sya’rawi mengatakan bahwa Allah SWT. tidak menciptakan manusia untuk memilih suatu kebaikan yang berkelanjutan, dan tidak pula sebaliknya, melainkan manusia sesekali akan terjatuh pada kesalahan/keburukan dan disaat yang berbeda akan melakukan kebenaran/kebaikan. Manusia dituntut tetap berusaha meminta ampun pada Allah SWT. atas kesalahan yang telah  diperbuat dan sadar tidak akan melakukan kembali. Dengan begitu, manusia tidak boleh berputus asa meraih kasih sayang Allah SWT. yang akan diberikan padanya agar pintu taubat selalu terbuka untuk dirinya.  

Tags :

Redaksi Darasna Network

Tim Redaksi Darasna Network

https://darasna.net

Artikel Pilihan

Artikel Terbaru

Darasna Network adalah media yang menyajikan konten Islami yang moderat dan dapat dipercaya.

Ikuti terus konten-kontennya di media sosial kami.

© 2026 Darasna Network