Menjadi Seorang Muslim Disetiap Keadaan

Syekh Yusri hafidzahullah Ta’ala wa ra’ah menjelaskan dalam khutbah Jumatnya, bahwa tujuan utama Baginda Nabi SAW diutus oleh Allah untuk membawa ajaran agama Islam, bukan untuk mendirikan sebuah negara. Adapun khilafah ataupun negara adalah sarana yang ada ketika itu, sebagai salah satu faktor pendukung berdiri dan berkembangnya syariat Islam.

Baginda Nabi SAW berhijrah dari Mekah ke Madinah, tujuan utama bukan untuk mendirikan sebuah negara, melainkan karena Baginda diusir dari tanah kelahirannya. Baginda Nabi SAW berhijrah demi menjalankan dan menyebarkan agama Allah dengan penuh kebebasan, tanpa ada pengekangan dan pengawasan dari para kafir Quraisy.

Sejak di Mekah, Baginda Nabi SAW sudah mulai mengamalkan ajaran Islam bersama keluarga dan para sahabat yang sudah memeluk agama Islam. Baginda mengajarkan kita untuk memulai menjadi muslim dari diri sendiri, kemudian berdakwah kepada orang-orang terdekat, keluarga, masyarakat, dan umat manusia secara keseluruhan.

Baginda Nabi bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

yang artinya “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari).

Khitab (perintah) ini ditujukan kepada umatnya secara personal, meski tidak secara berkelompok atau bersama-sama. Dakwah Islam tidak harus menunggu berdirinya negara khilafah atau dengan bala tentara yang banyak, melainkan memulai dari hal terkecil dan dari diri sendiri.

Syekh Yusri mengingatkan agar tidak bertentangan dengan realita dan melawan kenyataan.

Beribadahlah kepada Allah dalam keadaan sistem pemerintahan apapun, tidak harus menunggu berdirinya negara khilafah atau turunnya Imam Mahdi. Khilafah rasyidah adalah sistem yang tidak akan terulang lagi, sebagaimana sabda Baginda Nabi SAW:

الْخِلاَفَةُ ثَلاَثُونَ عَامًا ثُمَّ يَكُونُ بَعْدَ ذَلِكَ الْمُلْكُ

yang artinya “Khilafah rasyidah itu adalah tiga puluh tahun, kemudian setelahnya adalah kerajaan” (HR. Ahmad).

Ini adalah Baginda Nabi yang berkata, sehingga kita harus yakin dan percaya karena Baginda berbicara dengan wahyu. Maka ajakan untuk mendirikan negara khilafah adalah ajakan yang tidak akan pernah terwujud, karena memang Allah tidak menghendaki setelah tiga puluh tahun yang telah berlalu. Bukan tugas kita untuk mendirikan khilafah, dan Allah tidak akan pernah bertanya mengapa kamu tidak berusaha untuk mendirikan negara khilafah.

Maka dari itulah, hendaknya kita beribadah kepada Allah di bawah sistem negara apapun itu, tanpa menantang dan kontra dengan realita ini. Beribadahlah dengan selalu bermuraqabah (merasa diawasi oleh Allah) dalam segala keadaan, menyempurnakan pekerjaan dan profesi, mencari rizki yang halal, dan mendidik anak-anak serta keluarga untuk mencintai Allah, Rasulullah, ahlul bait, serta cinta kepada Al-Qur’an.

Wallahu A’lam.

Tags :

Redaksi Darasna Network

Tim Redaksi Darasna Network

https://darasna.net

Artikel Pilihan

Artikel Terbaru

Darasna Network adalah media yang menyajikan konten Islami yang moderat dan dapat dipercaya.

Ikuti terus konten-kontennya di media sosial kami.

© 2026 Darasna Network