Syekh Yusri: Kebodohan Membawa Kerusakan

Syekh Yusri hafidzahullah Ta’ala wa ro’ah menjelaskan dalam pengajian Shahih Bukahrinya, bahwa Allah Ta’ala tidak akan pernah memberikan kebaikan pada amalnya orang yang melakukan kerusakan. Hal ini adalah sunnatullah (hukum Allah), sebagaimana dalam firmanNya menyebutkan:

إِنَّ اللَّهَ لا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ

Artinya “sesungguhnya Allah tidak pernah memberikan kebaikan kepada orang-orang yang melakukan kerusakan” (QS. Yunus:81).

Dalam ayat ini disebutkan, bahwa orang-orang yang berbuat kerusakan, baik yang dilarang ataupun tidak karena tidak tahu, maka Allah tidak akan memberikan kemaslahatan didalamnya. Karena dengan meluasnya itulah, dirinya memberikan kemadharatan kepada dirinya sendiri dan orang lain. Sehingga segala sesuatu harus dengan ilmu, agar mendapat kebaikan dari Allah Ta’ala.

Telah diriwayatkan Imam Bukhari RA, bahwa baginda Nabi SAW bersabda:

مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالْوَاقِعِ فِيهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا

Artinya “Perumpamaan orang yang mentaati terhadap aturan-aturan Allah dan orang yang melanggarnya adalah seperti sebuah kaum yang mengikuti undian untuk menaiki sebuah kapal, maka dari mereka ada yang mendapat bagian atas, dan sebagian lagi berada di bawah” (HR. Bukhari).

Syekh Yusri menambahkan, bahwa ini adalah perumpamaan orang alim dan orang jahil. Orang yang alim diibaratkan seperti mereka yang berada di atas kapal, sehingga memiliki pandangan yang lebih luas, sebagaimana orang alim memiliki keluasan ilmu serta mengetahui dalam menerapkan hukum dan mengamalkannya. Adapun orang jahil diibaratkan seperti mereka yang berada di bawah kapal, yang tidak melihat apa yang terjadi di luar kapal sana, begitu juga dengan mereka, dengan segala kekurangan ilmunya.

Pada lanjutan hadits ini dikatakan

فَكَانَ الَّذِينَ فِى أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الْمَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوا لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِى نَصِيبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيعًا

Artinya “Maka orang-orang yang berada di bagian bawah kapal ketika meminta air, maka mereka harus naik ke orang yang berada di bagian atasnya, lalu mereka berkata: ‘bagaimana kalau kita membuat lubang saja di bagian kita ini sehingga kita tidak mengganggu orang di atas kita’. Maka jikalau orang yang berada di atas kapal membiarkan keinginan mereka untuk melubanginya, maka semuanya akan tenggelam. Akan tetapi, apakah itu terjadi? Justru hal ini membuat kerusakan bagi semua, sehingga mereka tenggelam. Bagi orang yang jahil, hendaklah mereka bertanya kepada orang yang alim, begitu pula dengan mereka yang alim, jangan pernah merasa bosan untuk ditanyai oleh orang yang tidak tahu, dan senantiasa menasehati serta amar ma’ruf nahyi munkar, sehingga mereka semua selamat dalam mengarungi lautan kehidupan ini sampai ke tepi sorgaNya nanti”.

Wallahu A’lam.

Tags :

Redaksi Darasna Network

Tim Redaksi Darasna Network

https://darasna.net

Artikel Pilihan

Artikel Terbaru

Darasna Network adalah media yang menyajikan konten Islami yang moderat dan dapat dipercaya.

Ikuti terus konten-kontennya di media sosial kami.

© 2026 Darasna Network