Ilustrasi Menjaga Lingkungan dalam Islam: Pesan dan Ancaman bagi Perusak Alam dari Grand Syekh Al-Azhar

Beberapa waktu terakhir, kabar duka dan keprihatinan tak henti menyapa tanah air kita. Bencana alam seolah silih berganti menghampiri, mulai dari banjir hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang merebak di wilayah Kalimantan, Sumatra, hingga Papua. Aspek kehidupan masyarakat terganggu, kabut asap mengepung permukiman, dan ribuan makhluk hidup kehilangan habitat aslinya. Di tengah situasi yang menguji kesabaran ini, penting bagi kita untuk merenungkan kembali posisi manusia di bumi. Islam memiliki pandangan yang sangat tegas dan komprehensif mengenai persoalan lingkungan dan seluruh unsurnya.

Sikap Tegas Islam terhadap Pelestarian Alam

Dalam Islam, persoalan ekologi bukanlah isu sekunder atau sekadar tren global kekinian. Grand Syekh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Al-Thayyib, menegaskan bahwa Islam memiliki sikap yang sangat jelas dan tegas mengenai perlindungan lingkungan beserta seluruh unsurnya.

Mulai dari tanah bumi yang kita pijak, tumbuh-tumbuhan, hingga makhluk hidup yang berenang di lautan maupun yang terbang di udara, semuanya memiliki hak untuk dijaga. Sikap Islam ini terwujud dalam perintah ilahi yang berlaku universal bagi seluruh manusia, baik yang beriman maupun tidak, untuk melakukan islaah (perbaikan) di muka bumi dan dilarang keras melakukan kerusakan (ifsad).

Dua Alasan Utama Menghormati Alam

Penekanan Al-Qur’an agar manusia menghormati dan merawat lingkungan berlandaskan pada dua alasan utama yang sangat mendasar. Pertama, lingkungan alam semesta beserta segala isinya merupakan salah satu bukti dan petunjuk kekuasaan Allah yang paling kuat untuk membimbing akal manusia dalam mengenal-Nya serta memperkuat keimanan kepada Sang Pencipta.

Kedua, seluruh makhluk di alam ini, mulai dari flora, fauna, hingga unsur-unsur alam lainnya, sejatinya hidup berdampingan dan turut serta bersama manusia yang beriman dalam bersujud dan bertasbih mengagungkan Allah Ta’ala. Oleh sebab itu, manusia diemban tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian bumi sebagaimana ia bertanggung jawab atas keselamatan dirinya sendiri dan sesama saudaranya.

Ancaman Nyata bagi Orang yang Merusak Alam

Perilaku abai, keserakahan, dan tindakan merusak alam, seperti pembakaran hutan sembarangan demi kepentingan sepihak bukanlah hal sepele dalam pandangan agama. Syekh Ahmad Tayyeb mengingatkan bahwa Allah SWT telah memberikan peringatan keras bagi mereka yang membuat kerusakan di muka bumi.

Ancaman nyata bagi perusak lingkungan di antaranya adalah Allah akan membuat mereka merasakan berbagai penyakit, musibah, dan bencana yang kadarnya disesuaikan dengan besar kecilnya kerusakan yang telah mereka perbuat. Kemudian mereka akan dimintai pertanggungjawaban secara penuh di hadapan Allah pada hari kiamat kelak atas kerusakan yang telah diperbuat.

Peringatan dan ancaman ilahi ini ditegaskan langsung dalam firman Allah SWT surah Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41)

Dampak dari kebakaran hutan dan krisis ekologi di berbagai daerah menjadi pengingat bersama akan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Peristiwa ini menjadi panggilan nurani bagi seluruh elemen masyarakat untuk semakin peduli, menghentikan praktik perusakan lingkungan, serta saling bahu-membahu merawat bumi tempat kita berpijak.

Menjaga Bumi adalah Amanah Bersama

Bumi dan segala isinya adalah amanah di pundak manusia yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah pada hari kiamat. Menjaga alam bukan sekadar pilihan gaya hidup, melainkan wujud keimanan dan kepedulian sosial kita kepada sesama. Mari kita rawat bumi dan jaga lingkungan demi keselamatan serta keberkahan hidup bersama. Wallahu a’lam.

Tim Redaksi Darasna Network

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas