5 Kali Keguguran dan Hikmahnya

Saya tidak bisa berkata apa-apa manakala ada dan seseorang yang tengah berusaha mendapatkan momongan sampai kemudian harus mengalami keguguran sebanyak 5 kali. Baru pada kehamilan ke 6, Allah memberinya sebuah kejutan, lahir seorang bayi mungil dengan keadaan sehat dan selamat beserta ibunya. Saya mengetahui informasi ini dari salah satu grup WA, di mana kabar bahagia itu disebarkan, lalu salah seorang penghuni grup penasaran karena di sana dinyatakan kelahiran anak ke 6. Padahal ia sendiri masih terbilang muda, ternyata 5 calon bayi sebelumnya telah mengalami keguguran.

Kejadian ini mestinya menyadarkan kita sekalian. Terutama bagi kita, para orang tua yang telah Allah beri amanah dalam bentuk lahirnya momongan. Ternyata di luar sana masih banyak yang berjuang habis-habisan hanya untuk mendapatkan momongan. Sebab di saat yang sama, terlalu banyak para orang tua yang menelantarkan anaknya. Masih kerap terjadi pembuangan bayi oleh ibu kandungnya. Sungguh, miris sekali mendengarnya. Inilah kehidupan di mana Allah merupakan pengatur segala apapun yang terjadi di dunia ini.

Untuk itu ada baiknya apabila para ibu yang sedang dalam keadaan hamil, dapat berikhtiar dan berdo’a sekuat tenaga agar momongan yang didambakan dapat lahir dengan sehat dan selamat beserta ibunya di waktu yang tepat, di waktu yang Allah kehendaki. Berikut do’a yang bisa diamalkan oleh siapapun yang tengah dalam kondisi hamil.

اَللَّهَمَّ احْفَظْ وَلَدِيْ مَا دَامَ فِيْ بَطْنِيْ وَاشْفِهِ أَنْتِ الشَّافِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا اَللَّهُمَّ صَوِّرْهُ فِيْ بَطْنِيْ صُوْرَةً حَسَنَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ اَللَّهُمَّ أَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِيْ وَقْتَ وِلاَدَتِيْ سَهْلاً وَسَلاَمًا اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً عَاقِلاً حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلاً اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَأَحْسِنْ صُوْرَتَهُ وَافْصَحْ لِسَانَهُ لِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَالْحَدِيْثِ بِبَرَكَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
“Ya Allah, peliharalah anakku selama berada dalam kandunganku. Dan sehatkanlah dia, karena sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Menyehatkan tiada kesehatan tanpa kesehatan dari-Mu, kesehatan yang tidak meninggalkan penyakit sedikitpun. Ya Allah, bentuklah dia di dalam rahimku dengan bentuk yang bagus dan tetapkanlah hatinya untuk beriman kepada-Mu dan kepada rasul-Mu. Ya Allah keluarkanlah dia dari rahimku ketika aku melahirkannya dengan mudah dan selamat. Ya Allah jadikanlah dia anak yang sehat, sempurna, cerdas, cekatan, berilmu dan mengamalkannya. Ya Allah panjangkanlah umurnya, sehatkanlah badannya, baguskanlah akhlaknya, elokkanlah rupanya, fasihkanlah lisannya untuk membaca Al-Qur’an dan hadis dengan berkah pemimpin kami Nabi Muhammad Saw., dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Tidak boleh sembarangan. Sebagai umat Muslim yang baik, kita harus mempersiapkan proses kehamilan dengan sebaik mungkin. Bahkan persiapan itu dimulai dari bagaimana adab pasangan yang akan melakukan hubungan biologis yang sesuai dengan syariat Islam. Diawali dengan shalat sunah 2 rakaat, demikian juga membaca do’a manakala laki-laki hendak ejakulasi dan seterusnya. Saking hati-hatinya, juga telah mentradisi syukuran 4 bulanan atau ngupatan, syukuran 7 bulanan, puputan dan akikah.

Ibu hamil juga perlu menjaga pola makan dan minum, istirahat yang cukup, pikiran yang tenang, hati yang adem. Semua itu diupayakan melalui rutin berolahraga ringan, zikrullah, bersedekah, mengajak bicara janin di dalam perut, mengaji Al-Qur’an, minum air zamzam dan bahkan sampai melaksanakan nadzar. Dengan ikhtiar sekomplit itu kita berharap dan menggantungkan sepenuhnya kepada Allah agar berkenan memberikan kesehatan dan keselamatan.

Dengan begitu, insya Allah ke depan akan lahir generasi Muslim yang sehat, cerdas dan shaleh-shalehah. Generasi Muslim yang tangguh sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an dan hadis. Karena itu, selain mental calon ibunya harus kuat, peran calon ayahnya juga sangat diperlukan. Sebab tidak mudah mengalami masa-masa kehamilan, persalinan dan nanti dalam pengasuhan. Istri dan suami harus sama-sama siaga. Seorang suami yang ikut menenangkan dan berperan aktif dalam segala halnya, sesibuk apapun dalam pekerjaan atau aktivitas lainnya.

Wallahu a’lam

Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al-Insaaniyyah, 19 Mei 2024, 21.39 WIB

Tags :

Mamang M Haerudin (Aa)

Pimpinan Al-Insaaniyyah Center & Pengurus Lazisnu PCNU Kabupaten Cirebon

Artikel Pilihan

Artikel Terbaru

Darasna Network adalah media yang menyajikan konten Islami yang moderat dan dapat dipercaya.

Ikuti terus konten-kontennya di media sosial kami.

© 2026 Darasna Network