โ๐๐ถ๐ญ๐ถ ๐ข๐บ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎโ Kata Imam Tajuddin Assubki di dalam kitabnya Thabaqaat as-Syafiโiyyah ketika menceritakan sosok ayahnya. Lalu beliau mengutip perkataan ayahnya tersebut, โ๐๐ข๐ฉ๐ข๐ช ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฌ๐ถ, ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ถ๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ธ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ฅ๐ข๐ณ ๐ฎ๐ข๐ช๐ฏ-๐ฎ๐ข๐ช๐ฏ (๐ณ๐ฆ๐ฅ. ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฑ๐ข-๐ข๐ฑ๐ข)!โ. Beliau melanjutkan dengan tegas, โ๐๐ข๐ญ ๐ธ๐ข๐ช๐ญ ๐ฌ๐ถ๐ญ๐ญ๐ข๐ญ ๐ธ๐ข๐ช๐ญ.. ๐ค๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ข ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ ๐ค๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ข, ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ, ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ช๐ฃ๐ขโ.
Sebagaimana kita ketahui, Imam Tajuddin Assubki adalah ulama besar madzhab Syafi’i yang karya-karyanya mendunia. Salah satu karyanya yang sangat monumental adalah Jam’ul Jawami’. Kitab disiplin ilmu Ushul Fiqh yang dipelajari di hampir seluruh pesantren. Nama besar beliau ternyata tidak terlepas dari tangan dingin sang ayah yang juga merupakan ulama besar Madzhab Syafi’i. Sang Ayah tersebut tidak lain adalah Imam Taqiyuddin Assubki yang bergelar Syaikhul Islam.
Sebagai anak dari seorang ulama besar, Imam Tajuddin dan saudara-saudaranya tumbuh besar dalam rumah keilmuan. Sang ayah dengan kesibukannya sebagai hakim agung atau kepala hakim (๐๐ข๐ข๐ฅ๐ฉ๐ช๐ญ ๐๐ถ๐ฅ๐ฉ๐ข๐ข๐ต), pengajar, dan penulis banyak kitab, tidak meninggalkan peran dan tanggung jawab orang tua sebagai guru pertama bagi anak-anaknya. Tidak hanya itu, sang ayah juga selalu mengontrol setiap perkembangan anaknya setiap kali pulang belajar dari ulama yang lain. Bahkan, beliau pernah menunda tugas dinasnya hanya demi memberikan kesempatan anaknya menuntaskan belajar kepada ulama pakar Ilmu Nahwu waktu itu yakni Abu Hayyan al-Andalusi.
Begitulah keluarga Assubki membangun madrasah keluarganya. Sehingga tidak mengherankan jika keturunannya banyak yang menjadi ulama besar. Keluarga Assubki terkenal sebagai keluarga besar pencetak Ulama kelas dunia. Mulai dari sang kakek yang dijuluki dengan Zainuddin Assubki (hiasan agama dari desa Subuki) yang oleh Imam Tajuddin dalam kitab Thabaqatnya disebut sebagai Kepala Hakim tertinggi (๐๐ฒ๐ฅ๐ฉ๐ข๐ญ ๐๐ถ๐ฅ๐ฉ๐ข๐ข๐ต). Kemudian sang ayah yang yang dijuluki dengan Taqiyuddin Assubki (pelindung agama dari desa Subuki). Jika para ulama lain menggelarinya Syaikhul Islam, maka Imam Tajuddin sering menyebut ayahnya tersebut dengan sebutan Syaikhul Imam yang Faqih, Muhaddits, Mufassir, Ushuli, dan gelar-gelar besar lainnya. Sedangkan putra-putranya di antaranya ada yang dijuluki dengan Bahaโuddin Assubki (Kebanggaan agama dari desa Subuki), Tajuddin Assubki (Mahkota agama dari desa Subuki), dan Jamaluddin Assubki (keindahan agama dari desa Subuki).
Tidak banyak ulama besar yang terlahir dari kalangan keluarga ulama besar juga. Baik secara keilmuan dan karya-karya besarnya. Hingga Imam Syaโrani menyebutnya dalam kitab Tanbih al-Mughtarrin, bahwa diantara ulama yang mewarisi keshalihan dan keilmuan secara sempurna dari orang tua dan leluhurnya adalah keluarga Assubki ini.
Peran keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak-anak sangatlah penting. Karena disini calon generasi agama dan bangsa pertama kali akan dibentuk. Keluarga yang dilandasi semangat keilmuan yang kuat akan melahirkan generasi yang kuat juga secara keilmuan. Sebaliknya keluarga yang jauh dari spirit keilmuan hanya akan melahirkan generasi yang gagal dan berpotensi merusak. ๐๐ฅ๐ป๐ข๐ข ๐ธ๐ถ๐ด๐ด๐ช๐ฅ๐ข ๐ข๐ญ-๐ข๐ฎ๐ณ๐ถ ๐ช๐ญ๐ข๐ข ๐จ๐ฉ๐ข๐ช๐ณ๐ช ๐ข๐ฉ๐ญ๐ช๐ฉ๐ช๐ช ๐ง๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ฅ๐ป๐ช๐ณ ๐ข๐ด-๐ด๐ข๐ขโ๐ข๐ฉ.
Pendidikan adalah hak setiap anak dan kewajiban orang tua. Setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan keluarga yang baik dan dekat dengan keilmuan. Hadaratus Syaikh Kiai Hasyim Asyโari mengutip sebuah riwayat di awal kitabnya yang berjudul Adab al-โAalim wa al-Mutaโallim. Rasulullah bersabda, โ๐๐ข๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ถ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ; ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ, ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช ๐ข๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ฅ๐ช๐ฅ๐ช๐ฌ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌโ.
Jika seorang ibu sering disebut sebagai sekolah pertama (๐ฎ๐ข๐ฅ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฉ ๐ข๐ญ-๐ถ๐ถ๐ญ๐ข๐ข) bagi anak-anaknya, maka seorang ayah adalah kepala sekolahnya. Memilih calon istri sama dengan memilih calon sekolah untuk anak-anaknya. Memilih calon suami sama dengan memilih calon kepala sekolah untuk sekolah yang akan dirintisnya. Keberhasilan sekolah atau madrasah keluarga ini ditentukan oleh keduanya.
Sebuah keluarga yang dipersiapkan dengan baik sejak awal secara konsep dan visi misi keluarganya maka kemungkinan besar akan melahirkan lulusan (anak-anak) yang baik. Sebaliknya, keluarga yang hanya mengalir tidak jelas arah dan tujuannya hanya akan melahirkan generasi yang bermasalah. ๐๐ถ๐ญ๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ถ๐ญ๐ถ๐ถ๐ฅ๐ช๐ฏ ๐บ๐ถ๐ถ๐ญ๐ข๐ฅ๐ถ โ๐ข๐ญ๐ข๐ข ๐ข๐ญ-๐ง๐ช๐ต๐ณ๐ข๐ฉ, ๐ง๐ข ๐ข๐ฃ๐ธ๐ข๐ข๐ฉ๐ถ ๐บ๐ถ๐ฉ๐ข๐ธ๐ธ๐ช๐ฅ๐ข๐ข๐ฏ๐ช๐ฉ๐ช๐ช ๐ธ๐ข ๐บ๐ถ๐ฏ๐ข๐ด๐ด๐ฉ๐ช๐ณ๐ข๐ข๐ฏ๐ช๐ฉ๐ช๐ช ๐ธ๐ข ๐บ๐ถ๐ฎ๐ข๐ซ๐ซ๐ช๐ด๐ข๐ข๐ฏ๐ช๐ฉ๐ช๐ช. โSetiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fithrah. Kedua orang tuanyalah yang membuatnya beragama yahudi, nasrani, dan majusiโ.



