Tentara Sudan Melancarkan Operasi untuk Mengambil Kembali Kendali atas wilayah al-Jazira

Krisis politik yang menimpa Sudan sampai saat ini terus berlanjut antara kubu militer yang memegang kekuasaan “sementara” dengan pihak sipil. Sumber pers Sudan melaporkan pada hari Jumat bahwa tentara Sudan melancarkan operasi untuk mendapatkan kembali kendali wilayah al-Jazira , di selatan ibu kota, Khartoum, melalui 5 titik. Perlu diketahui, wilayah al-Jazira merupakan kota kedua terpadat di Sudan setelah Khartoum. Penduduk di kota ini diperkirakan mencapai 5 juta jiwa.

Sumber pers Sudan mengatakan bahwa tentara berhasil mendapatkan kembali kendali atas wilayah Umm Al-Qura, sebelah timur Negara Bagian Al-Jazira, dari Pasukan Dukungan Cepat , yang mengambil kendali negara bagian yang berdekatan dengan Khartoum pada bulan Desember lalu.

Lebih detail lagi, operasi militer ini dianggap sebagai salah satu operasi darat terbesar yang disaksikan dalam perang yang telah berlangsung sejak 15 April 2023 lalu, dan menegaskan bahwa operasi militer telah aktif di semua lini, dalam rencana yang diawasi oleh Presiden Dewan Kedaulatan Sudan. dan Panglima Angkatan Darat, Abdel Fattah Al-Burhan. Angkatan bersenjata menghancurkan sejumlah kendaraan tempur menggunakan pesawat, drone, dan tank.

Sumber informasi memperkirakan pasukan yang saat ini ditugaskan untuk mendapatkan kembali kendali atas al-Jazira itu berjumlah sekitar 40.000 pejuang, dilengkapi dengan berbagai jenis senjata dan didukung oleh pasukan berbaris dan pesawat militer.

Al-Burhan telah berjanji untuk “segera merayakan kemenangan,” ia mengungkap kepercayaan dirinya saat berpidato di hadapan kerumunan tentara artileri di kota Atbara di negara bagian Sungai Nil di utara negara itu

Ia juga mengakatan dengan tegas kepada siapa pun yang berani meremehkan kemampuan rakyat Sudan dan merendahkan martabat dan kedaulatan mereka,” seraya menegaskan bahwa “angkatan bersenjata akan segera mengakhiri perang.”


Sejak pertengahan April 2023, tentara Sudan yang dipimpin oleh Al-Burhan dan Pasukan Dukungan Cepat yang dipimpin oleh Mohamed Hamdan Dagalo ( Hemedti ) telah berperang dan menyebabkan sekitar 14.000 orang tewas dan lebih dari 8 juta orang mengungsi.

*Disarikan dari situs online aljazeera.net

Tags :

Redaksi Darasna Network

Tim Redaksi Darasna Network

https://darasna.net

Artikel Pilihan

Artikel Terbaru

Darasna Network adalah media yang menyajikan konten Islami yang moderat dan dapat dipercaya.

Ikuti terus konten-kontennya di media sosial kami.

© 2026 Darasna Network