Terhitung sejak tahun 2016, setiap datangnya bulan Ramadan, saya bersama teman-teman selalu memanfaatkannya untuk produktif beribadah dan beramal shaleh. Salah satu dari ikhtiar memanfaatkan Ramadan itu adalah dengan menginisiasi program yang kami beri nama Sedekah Paket Ramadan disingkat Sepadan. Sedekah ini juga dipublikasikan di media sosial agar jangkauannya bisa semakin luas. Sehingga orang dengan jarak yang jauh pun bisa ikut dalam program sedekah paket Ramadan ini.
عَنْ اَنَسٍ قِيْلَ يَارَسُولَ اللهِ اَيُّ الصَّدَقَةِ اَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِى رَمَضَانَ
“Dari Anas dikatakan, wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama? Rasul menjawab, “Sedekah di bulan Ramadan.” (HR. At-Tirmidzi)
Program sedekah ini pun disalurkan ke berbagai bentuk jenis sedekah. Ada yang sifatnya konsumtif dan produktif. Yang konsumtif disalurkan untuk membuat takjil yang nantinya akan dibagikan secara umum. Begitu juga disalurkan dalam bentuk pemberian sembako untuk duafa, berikut bingkisan untuk para guru ngaji di Desa. Sementara yang produktif dan sifatnya pemberdayaan, salah satunya adalah pernah digunakan untuk pembuatan tenda, kursi, dan panggung. Setiap tahunnya alhamdulilah terlaksana. Demikian juga pada Ramadan tahun ini proses ajakan sedekahnya masih berlangsung.
Tidak bisa dipungkiri bahwa sedekah di bulan Ramadan sangat diutamakan, sebagaimana telah disebutkan dalam hadis Nabi Saw. Sedekah menjadi salah satu ciri dan bukti bahwa shalat kita berhasil. Tidak mungkin orang yang shalat kemudian pelit. Semakin khusyuk dalam shalat, maka ia akan semakin giat dalam bersedekah. Bersedekah merupakan wujud syukur kita kepada Allah, dalam mewujudkan kepedulian kepada sesama. Kita berbagi sesuatu kepada yang membutuhkan. Akhlak berbagi ini tentu saja merupakan akhlak Allah yang begitu baik kepada kita, di mana selama ini Allah berbagi nikmat dan kebaikan kepada kita dengan jumlah yang tak terhitung banyaknya.
Bersedekah itu memberi. Memberi itu menerima. Siapa yang banyak memberi, maka ia akan banyak menerima. Lebih dari itu, hampir tidak akan ditemukan orang yang sering bersedekah, lalu ia hidup sengsara dan miskin. Justru dengan bersedekah, hidupnya akan semakin berkah dan terjamin. Bersedekah menjadi cara untuk kita agar rezeki dari Allah terus mengalir tiada henti dengan penuh keberkahan. Sampai kemudian sedekah akan menjadi kebutuhan. Bahwa kita ini butuh mengeluarkan sedekah, terus meningkatkan sedekah. Sebab manfaatnya akan kembali kepada kita.
Hanya saja, ada problem tersendiri dalam perkembangan sedekah selama ini. Masih banyak di antara umat Muslim yang belum mampu memberdayakan sedekah. Agar sedekah lebih bernilai dan bermanfaat. Agar sedekah dapat memberdayakan orang lain yang tidak berdaya. Ada kaitannya antara sedekah dengan ikhtiar meminimalisir kemiskinan dan membuka lapangan pekerjaan. Problem inilah yang terus menjadi konsen kami bersama untuk terus bisa ditingkatkan nilai manfaatnya.
Agar sedekah tidak hanya habis disalurkan secara konsumtif, lalu orientasi harus diperjelas. Bagaimana sedekah akan mampu menjawab berbagai problem sosial yang selama ini tidak dapat diatasi. Itulah kiranya urgensi meningkatkan sedekah sekaligus memberdayakan sedekah, agar sedekah membuahkan banyak berkah. Harus diakui, memberdayakan sedekah memang bukan perkara mudah. Selain pola pikir yang sulit terbentuk, juga memerlukan keseriusan. Berpikir dengan kreatif, lalu eksekusinya harus serius dan tepat.
Sedekah tanpa prinsip pemberdayaan, akan ada kesan di mana sedekah selama ini tidak membawa manfaat yang berkelanjutan. Ramadan selesai, potensi sedekah yang besar pun kemudian habis tak berbekas. Orang miskin, pengangguran, dan lainnya pun bukan terentaskan, malah semakin banyak bermunculan. Spirit sedekah sebagai salah satu ajaran utama dalam Islam pun terlihat seperti tidak banyak bermanfaat. Para fakir miskin dan duafa pun tidak bisa naik kelas, mereka kembali terjerat dengan berbagai problemnya.
Sudah saatnya para ulama dan pegiat sedekah untuk bisa meningkatkan kreativitas dalam memberdayakan potensi sedekah ke dalam bentuk program-program pemberdayaan. Kalau sedekah diproyeksikan sebagai implementasi program pemberdayaan, insya Allah hal ini yang akan semakin mendekatkan kita pada derajat ketakwaan, sebagai tujuan utama umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa. Para ulama dan pegiat sedekah jangan hanya berhenti mengajak dan mengumpulkan sedekah, melainkan juga bisa memberdayakannya ke dalam program-program pemberdayaan yang bermanfaat.



