Pertanyaan:
Terdapat sebuah hadist yang tentang belenggu setan pada bulan Ramadhan, hadist tersebut berbunyi:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
yang pengertiannya kurang lebih: “apabila bulan Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka, sedangkan pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” Namun kenyataannya masih terdapat sebagian orang masih berbuat maksiat di bulan Ramadhan, lalu dari mana datangnya maksiat?
Jawaban:
Ulama berbeda pendapat atas penjelasan hadist tentang “belenggu setan”. Terkadang yang dimaksud dengan belenggu setan/تصفيد الشياطين setan memang betul-betul dibelenggu di bulan suci Ramadhan ini. Terkadang makna hadist tersebut yaitu setan tercegah untuk menggoda, menyakiti, dan membujuk orang mukmin. Atau bisa saja yang dimaksud hadist di atas bahwsanya Allah SWT menjaga orang-orang mukmin atau mayoritas mereka dari kemaksiatan. Atau kemungkinan terakhir yang dimaksudkan dengan belenggu setan tidak semuanya, melainkan hanya setan tertentu saja, sedangkan sisanya tidak dibelenggu.
Sedangkan hubunganya dengan kemaksiatan yang dilakukan di bulan suci Ramadhan yang secara bersamaan setan dibelenggu terdapat dua kemungkinan: pertama, setan dibelenggu hanya bagi orang-orang yang benar-benar menjaga syarat dan adab yang harus dijalankan dalam berpuasa. Kedua, sebab dari kemaksiatan itu datangnya memang dari nafsu pribadi seseorang dan hal-hal yang terbersit dalam benaknya untuk melakukan tindakan buruk. Sehingga tidak ada kaitannya dengan setan, karena mereka sedang dibelenggu.



