Pertanyaan Anak Kecil, Dimanakah Allah Berada?

Pertanyaan sepele menurut orang dewasa sering muncul dari anak kecil. Namun tidak jarang bagi orang dewasa kesulitan menjawabnya, kadang jawaban yang diberikan dapat membingungkan bagi anak kecil, salah satu pertanyaan yang sering diajukan anak kecil soal ketuhanan, seperti dimanakah tempat Allah berada?

Syekh Ali Jum’ah memberikan arahan bagi orang dewasa khususnya orang tua saat ditanya tempat keberadaan Allah. Pertama-tama jawaban yang perlu disuguhkan berdasarkan firman Allah yang berbunyi:

 لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

Artinya: Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. (Asy-Syura: 11)

Jawaban sederhana dan mudah ini menjadi solusi bagi anak kecil agar tidak mengajak mereka berpikir tentang tempat keberadaan Allah yang memilik bentuk, jika anak kecil dibawa untuk menyelami samudera ilmu tauhid dengan berbagai perbedaan pandangan antar ulama muslim maka dikhawatirkan akan membawa mereka untuk menyerupakan Allah dengan makhluknya. Kalau pun mereka mampu diajak berpikir, bagi mereka cukup mempelajari bukti-bukti keberadaan Allah dan tanda-tanda kebesarannya sehingga dapat menambah keimanan mereka pada Allah.

Seringkali, setelah pertanyaan tentang tempat Allah berada, pertanyaan akan disusul dengan wujud Allah. Orang dewasa atau orang tua cukup menjelaskan bahwasanya wujud Allah bersifat wajib. Sifat wajib wujud Allah tidak bergantung dan tidak membutukan pada wujud selain diri-Nya. Sebab, tidak akan masuk akal jika wujud Allah bergantung pada wujud yang lain, seperti ruang dan waktu. Berbeda dengan makhluk-Nya yang selalu membutuhkan ruang dan waktu.

Sehingga, jika ditanya dimanakah posisi si fulan? maka dijawab dengan kondisi tempat dan waktunya secara bersamaan, berbeda dengan Allah yang tidak membutuhkan ruang dan waktu. Karena Allah tidak bergantung pada tempat dan waktu, dengan demikian Allah memiliki sifat terdahulu (Qidam) yang tidak ada satu pun makhluk mendahului wujud Allah. Artinya, disaat yang bersamaan, Allah memiliki sifat kekal karena lepas dari ruang dan waktu.

Berdasarkan uraian dan penjelasan di atas, Allah berbeda dengan makhluknya, termasuk persoalan tempat Allah berada. Jika terpaksa perlu menjawab dari pertanyaan anak kecil tentang tempat Allah berada, maka orang dewasa atau orang tua perlu membaca takwil yang dijelaskan para ulama tentang tempat Allah berada, atau bertanya pada ahli ilmu tauhid untuk meminta penjelasan pertanyaan yang diajukan anak kecil tersebut.

Allahu a’la wa a’lam 

Tags :

Redaksi Darasna Network

Tim Redaksi Darasna Network

https://darasna.net

Artikel Pilihan

Artikel Terbaru

Darasna Network adalah media yang menyajikan konten Islami yang moderat dan dapat dipercaya.

Ikuti terus konten-kontennya di media sosial kami.

© 2026 Darasna Network