Tujuh belas negara Arab mengumumkan bulan Ramadhan jatuh pada hari senin termasuk warga Gaza melaksanakan puasa hari ini (11/03/2024), terkecuali empat negara lainnya mengumumkan bulan suci Ramadhan jatuh pada hari selasa (12/03/2024). Sebagaimana yang dilansir aljazeera.net, keempat negara yang dimaksud adalah kerajaan Oman, Yordan, Maroko dan negara Libya. Alasannya, karena hilal belum tampak di empat negara arab tersebut.
Telah menjadi tradisi tahunan, warga negara Arab menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan gegap gempita, namun beda halnya yang dirasakan warga Gaza di tahun ini, polisi pendudukan Israel masih berlalu lalang disekitar masjid al-Aqsha, penjagaan ketat polisi lantaran takut terjadi huru-hara warga Gaza, mengingat para jama’ah sholat menghadap ke masjid al-Aqsha pada hari minggu petang untuk melaksanakan permulaan tarawih di bulan suci Ramadhan.
Channel 12 yang merupakan salah satu stasiun televisi Israel memberitakan sebaran polisi pendudukan dibeberapa titik utama di kota tua (old city/البلدة القديمة) dan akan berlangsung selama bulan suci Ramadhan. Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, menolak dengan keras warga Gaza masuk ke area masjid al-Aqsha selama bulan suci Ramadhan. Krisis kemanusiaan ini terus berlangsung sampai datangnya bulan Ramadhan, terhitung sejak tanggal 7 Oktober 2023.
Melihat kondisi yang kian memburuk bagi warga Gaza, Asosiasi Solidaritas Cendikiawan Muslim Internasional (the International Muslim Scholars Solidarity Association/Uluslararası Müslüman Âlimler Dayanışma Derneği – UMAD) menyelenggarankan pertemuan di Turki pada hari Jum’at tanggal 8 Maret 2024. Abdülvahap Ekinci selaku ketua UMAD memberikan pernyataan terkait kondisi Gaza saat ini.

Salah satu hasil pertemuan tersebut merumuskan perkuat kembali rekomendasi langkah praktis untuk membantu warga Gaza yang tertindas; mulai dari anak kecil, perempuan maupun laki-laki. Dan tak lupa mengutuk pendudukan Israel dengan sebutan tindakan kriminal dimasa kini. Anggota UMAD bersepakat menyebut Israel telah melanggar kesepakatan Perserikatan Bangsa-bangsa melalui tindakan tercela yang meluluhlantakan warga Gaza dengan merampas hak-hak kemanusiaan mereka.
Berdasarkan krisis kemanusiaan ini, UMAD berseru pada segenap bangsa dan negara diseluruh dunia di bulan Ramadhan ini agar melaksanakan kewajiban agama untuk membantu orang-orang yang terdholimi dengan cara menyalurkan makanan, minuman, obat-obatan dibeberapa titik di Gaza.
Sumber: https://iumsonline.org/ar/ContentDetails.aspx?ID=34627



