Kronologi Singkat Sirah Nabawiyah

Kronologi Singkat Sirah Nabawiyah menjadi salah satu rujukan penting bagi umat Islam untuk mengenal lebih dekat perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Dari kelahiran beliau di Mekkah, masa kecil yang penuh hikmah, hingga perjuangan dakwah Islam yang membawa perubahan besar bagi peradaban manusia, sirah nabawiyah menyimpan banyak pelajaran berharga. Artikel ini akan menyajikan ringkasan sirah nabawiyah secara singkat, runtut, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengambil hikmah dari setiap fase kehidupan beliau.

Kelahiran dan Masa Kecil
  • Kelahiran Nabi ﷺ: Beliau lahir pada 12 Rabi‘ al-Awwal, Tahun Gajah (20 April 571 M) di Mekah al-Mukarramah.
    Yang menyusui beliau: ibunya Aminah, kemudian Thuwaybah, lalu Halimah as-Sa‘diyyah.
  • Usia 4 tahun: Peristiwa pembelahan dada (syakk ash-shadr) pertama, kemudian dikembalikan kepada ibunya.
    Nabi ﷺ mengalami peristiwa ini sebanyak empat kali: saat kecil, menjelang baligh, menjelang turunnya wahyu, dan sebelum peristiwa Isra’ Mi‘raj.
  • Usia 6 tahun: Ibunda beliau wafat di Abwa’, lalu beliau diasuh oleh kakeknya, ‘Abdul Muththalib.
  • Usia 8 tahun: Kakeknya wafat, kemudian Nabi ﷺ diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.
  • Usia 12 tahun: Nabi ﷺ mulai ikut dalam perdagangan bersama Abu Thalib.
  • Usia 20 tahun: Nabi ﷺ ikut serta dalam Perang Fijar.
  • Usia 25 tahun: Nabi ﷺ menikah dengan Sayyidah Khadijah رضي الله عنها, dari pernikahan ini lahir al-Qasim, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fathimah, dan Abdullah.
Masa Kenabian Awal
  • Usia 40 tahun: Wahyu pertama turun di Gua Hira’.
    Orang pertama yang beriman kepada beliau: Abu Bakar (laki-laki), Ali (pemuda), Khadijah (wanita).
  • Usia 43 tahun: Nabi ﷺ mulai berdakwah terang-terangan.
  • Usia 45 tahun: Hijrah pertama ke Habasyah (Ethiopia).
  • Usia 46 tahun: Hijrah kedua ke Habasyah.
  • Usia 47 tahun: Pemboikotan Quraisy terhadap Nabi ﷺ dan kaum muslimin di Syi‘b Abi Thalib selama tiga tahun.
  • Usia 50 tahun: Tahun kesedihan, wafatnya Sayyidah Khadijah dan Abu Thalib. Nabi ﷺ pergi ke Tha’if namun ditolak penduduknya.
  • Usia 51 tahun: Peristiwa Isra’ dan Mi‘raj, Nabi ﷺ juga mulai menawarkan Islam kepada kabilah-kabilah Arab.
Hijrah ke Madinah dan Peperangan
Foto oleh Yasir Gürbüz via Pexels
  • Usia 52 tahun: Bai‘at ‘Aqabah pertama, diikuti 12 orang laki-laki.
  • Usia 53 tahun: Bai‘at ‘Aqabah kedua diikuti 73 laki-laki dan 2 perempuan. Setelah itu Nabi ﷺ hijrah ke Madinah. Di sana beliau membangun Masjid Nabawi dan menikahi Sayyidah ‘Aisyah رضي الله عنها.
  • Usia 54 tahun (Tahun 2 H): Perang Badar dan Perang Bani Qaynuqa‘. Nabi ﷺ menikahkan Sayyidah Fathimah dengan Imam ‘Ali رضي الله عنهما, dan wafat Sayyidah Ruqayyah.
  • Usia 55 tahun (Tahun 3 H): Perang Uhud, serta turunnya larangan khamr.
  • Usia 56 tahun (Tahun 4 H): Perang Bani an-Nadhir, serta disyariatkannya hijab.
  • Usia 57 tahun (Tahun 5 H): Perang Khandaq (al-Ahzab) dan Perang Bani Qurayzhah.
  • Usia 58 tahun (Tahun 6 H): Perjanjian Hudaibiyah dan Perang Bani al-Musthaliq.
Periode Madinah Akhir
  • Usia 59 tahun (Tahun 7 H): Perang Khaybar dan Umrah al-Qadha’.
  • Usia 60 tahun (Tahun 8 H): Perang Mu’tah, Perang Hunain, serta Fath Makkah (Pembebasan Mekah). Pada tahun ini lahir putra beliau, Ibrahim, dari Sayyidah Mariyah al-Qibthiyyah.
  • Usia 61 tahun (Tahun 9 H): Perang Tabuk, wafatnya Sayyidah Ummu Kultsum, disyariatkannya ibadah haji, dan Abu Bakar memimpin haji.
  • Usia 62 tahun (Tahun 10 H): Nabi ﷺ melaksanakan Haji Wada‘ (Haji Perpisahan).
  • Usia 63 tahun (Tahun 11 H): Nabi ﷺ wafat pada hari Senin, 12 Rabi‘ al-Awwal, dan dimakamkan di rumah Sayyidah ‘Aisyah رضي الله عنها.

Allah Ta’ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ۝٥

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. al-Ahzab: 56).

___

Diterjemahkan dari karya Ahmad Mamduh dan Tariq al-Ashhab, dipublikasikan oleh Majma‘ al-Buḥūth al-Islāmiyyah

Tags :

Mauhibur Rokhman

Khadim Bayt Mohammadi Indonesia

Artikel Pilihan

Artikel Terbaru

Darasna Network adalah media yang menyajikan konten Islami yang moderat dan dapat dipercaya.

Ikuti terus konten-kontennya di media sosial kami.

© 2026 Darasna Network