Spirit Puasa untuk yang sedang dalam Fase Takut Menikah

Takut menikah. Merupakan salah satu fase krusial dalam kehidupan manusia, terlebih umat Muslim yang berada dalam usia pas untuk menikah. Takut menikah tentu saja banyak penyebabnya. Apakah karena awalnya terlalu sibuk dalam beraktivitas, berorganisasi dan atau bekerja, karena trauma masa lalu, pengalaman buruk orang lain dan lain sebagainya. Yang jelas fase takut menikah ini sangat manusiawi. Tidak menutup kemungkinan dalam fase ini, orang tersebut kemudian menikah dalam waktu yang lama atau malah memutuskan untuk tidak mau menikah.

Saya sendiri punya banyak pengalaman dengan para jamaah yang begitu khawatir dalam menjemput jodoh. Seorang guru perempuan di mana dulu saya menjadi muridnya, sampai kini di usianya yang kepala 5 masih belum saja menikah. Bukan tidak pernah berdo’a dan berikhtiar, tetapi sebagaimana pengakuannya, ia dirundung trauma, sebab manakala hendak menjalin hubungan dengan lawan jenis selalu saja ada penghalangnya yang kemudian sampai tidak jadi menikah.

Ada juga seorang aktivis perempuan, yang telah mapan dan malang melintang dalam berorganisasi. Sampai ia lulus S2, masih saja tetap belum memutuskan diri untuk menikah. Apa pun alasannya, di antaranya terlalu selektif dan pilih-pilih. Apalagi kalau kemudian berkaca pada fenomena sosial, di mana setelah menikah, terutama perempuan, tidak ada jaminan hidupnya akan aman dan nyaman. Terlalu banyak perempuan yang diremehkan, diperlakukan secara keras dan tidak manusiawi.

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Barang siapa yang belum mampu menikah, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa Ramadan memang mengandung penawar dan pengendali hawa nafsu. Para pemuda yang cukup usia dan belum siap mentalnya, sebaiknya memang tidak perlu terburu-buru untuk menikah. Sementara bagi yang usianya sudah cukup, sebagaimana diteladankan oleh Nabi Saw., maka tidak akan ada alasan untuk tidak menikah. Perempuan maupun laki-laki Muslim/Muslimah yang menunda-nunda menikah dengan alasan apa pun akan mendapatkan semacam hukuman sosial. Mulai dari gunjingan, dianggap perempuan yang tua, terlalu sibuk dan lain sebagainya.

Puasa Ramadan ini sangat tepat untuk dijadikan salah satu cara untuk merenung dan bermunajat kepada Allah. Hiduplah dengan realistis. Tidak perlu terlalu merumitkan segala realitas kehidupan dengan sejumlah teori kehidupan. Menikah, sebagai salah satu bagian dari dinamika hidup ini mesti dijalani, bukan diratapi apalagi dihindari. Berdamailah dengan diri sendiri. Sudah saatnya menepi terlebih dahulu, mengistirahatkan diri dari segala penat dan hiruk-pikuk. Sebagaimana umumnya dalam menjalani hidup sebelum menikah, ke depan setelah menikah pun yang akan ada adalah menghadapi masalah demi masalah. Di sinilah seni kita dalam hidup semakin teruji.

Setelah selesai menempuh studi, kaya dengan pengalaman organisasi, dan seterusnya, sudah saatnya untuk fokus dan meyakinkan diri, bahwa sudah saatnya memutuskan akan seperti apa ke depan. Termasuk akan menikah dengan siapa kita. Sebagai umat Muslim yang baik, kita dianjurkan untuk melaksanakan shalat istikharah, meminta nasihat guru, meminta do’a kepada orang tua, bersedekah dan segala ikhtiar baik lainnya. Sebetulnya hampir mustahil seseorang tidak punya ketertarikan kepada orang lain. Kendalanya bisa jadi gengsi, malu dan terlalu merasa diri terlalu tinggi.

Insya Allah Ramadan tahun ini akan berlimpah berkah. Sehingga Syawal tahun ini, siapa pun tengah berharap dipertemukan dengan jodohnya, akan Allah pertemukan. Jemputlah jodoh dengan cara-cara yang baik, kita boleh memohon kepada Allah agar dipertemukan dengan jodoh yang sebaik dan seideal mungkin, tetapi lagi-lagi harus realistis. Sepanjang segala ikhtiarnya dilakukan dengan baik dan penuh pengharapan kepada Allah, yakinlah jodoh itu akan datang. Jemputlah jodohnya, jangan hanya diam berpangku tangan. Apakah perempuan boleh menjemput jodoh laki-lakinya? Tentu saja boleh. Yakinlah, jodoh yang dicari akan bertemu dan lalu bertamu.

Wallahu a’lam

Tags :

Mamang M Haerudin (Aa)

Pimpinan Al-Insaaniyyah Center & Pengurus Lazisnu PCNU Kabupaten Cirebon

Artikel Pilihan

Artikel Terbaru

Darasna Network adalah media yang menyajikan konten Islami yang moderat dan dapat dipercaya.

Ikuti terus konten-kontennya di media sosial kami.

© 2026 Darasna Network